Mengasuh Anak itu Tugas Kedua Orang Tua bukan Hanya Ibu

Kali ini kita akan membicarakan masalah pengasuhan anak, dalam kehidupan sehari-hari yang namanya anak itu tak akan lepas dengan yang namanya ibu
Foto Dokumen - sehatq.com

Kali ini kita akan membicarakan masalah pengasuhan anak, dalam kehidupan sehari-hari yang namanya anak itu tak akan lepas dengan yang namanya ibu karena orang yang paling dekat dengan anak itu ibu, akan tetapi pengasuhan anak itu tidak seharusnya dilakukan dan dibebankan hanya kepada ibu saja, seorang ayah juga harus ikut serta dalam mengasuh si buah hati.kenapa demikian? Karena pola pengasuhan atau cara mendidik seorang ayah dan ibu itu berbeda, itulah sebabnya mengasuh anak itu harus dilakukan berdua, agar apa yang didapatkan sang anak itu seimbang dan tercukupi. Jadi mengasuh anak tidak bisa itu hanya ibu saja atau ayah saja.

Pola asuh ayah lebih ke main fisik, maksud dari main fisik disini adalah ayah lebih suka menjalin hubungan kedekatan dengan cara mengajak anak jalan, olahraga, dan juga bermain atau aktifitas lain yang melibatkan kekuatan fisik

Sedangkan pola asuh ibu itu lebih ke kata-katanya yang mampu menenangkan, dan bisa membuat si anak merasa nyaman dan senang. Misal, ketika bermain bersama, secara tidak langsung ayah sedang membimbing anak untuk bisa mengatur emosi serta agar anak bisa menerima kekalahan. Sedangkan ibu lebih suka mengalah agar anak menang dan merasa senang.

Sebenarnya pola asuh yang berbeda antara ibu dan ayah dapat menyebabkan munculnya masalah, diantaranya:

  1. Anak menjadi bingung akan tuntutan yang dihadapi.
  2. Anak memiliki kecenderungan untuk memihak pada satu orang tua.
  3. Motivasi berprestasi rendah.
  4. Anak akan merasa bersalah, karena bisa saja menjadi pemicu pertengkaran orang tuanya
  5. Anak merasa tertekan dan stres.

Kalau sudah seperti itu, apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Orang tua harus bijaksana dalam mendidik dan mengasuh secara bersama-sama. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua:

  1. Membangun komunikasi yang efektif antara ayah dan ibu, saling mendengarkan keinginan masing-masing.
  2. Berdiskusi dan bersepakat mengenai perencanaan pengasuhan, misalnya mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilkukan anak.
  3. Mencari solusi bersama jika menemukan masalah pada perkembangan anak.
  4. Jika salah satu orang tua sedang menasehati anak yang telah melakukan kesalahan, sebaiknya pasangan tetap tenang dan mendengarkan.
  5. Jelaskan pada anak mengenai kebiasaan ayah dan ibu yang berbeda, namun dalam mendidik anak mereka memiliki kesepakatan bersama.
  6. Hindari berdebat di hadapan anak terkait dengan cara mengasuh.

Memang pada umunya anak itu lebih sering berbicara atau bercengkrama bersama ibunya dari pada ayahnya, jadi kesannya hubungan anak dengan ayah itu renggang. Perlu diketahui dampak negatif dari ketidak hadiran seorang ayah dalam mengasuh anak itu bisa berdampak pada keterampilan sosial emosional anak, hal tersebuat akan membuat kesehatan mental anak jadi terganggu, kemudian pencapaian pendidikan anak jadi rendah, membuat hubungan keluarga tidak harmonis, bahkan bisa membuat anak jadi sulit untuk sukses.

Peran ayah dalam mengasuh anak juga tidak kalah penting dari peran seorang ibu. Oleh sebab itu ayah dan ibu harus berbagi tugas dalam mengasuh anak. Pembagian tugas ayah dan ibu setiap keluarga pasti berbeda. Karena ibu adalah ibu rumah tangga jadi lebih sering di rumah pastinya, jadi anak lebih sering berinteraksi dengan ibu, sedangkan ayah harus bekerja jadi waktu bersama anak sangat sedikit, dan yang harus dilakukan ayah adalah meluangkan waktu khusus bersama anak secara rutin di waktu-waktu tertentu. Misalnya: setiap minggu pagi ayah mengajak anak jalan-jalan. Dengan begitu anak akan merasakan perhatian dan kasih sayang seorang ayah, dan di waktu itulah anak bisa leluasa untuk bercerita apapun pada sang ayah.

Pentingnya pengasuhan ayah untuk anak perempuannya, jadi anak perempuan yang punya hubungan hangat sama ayahnya cenderung lebih mampu mengendalikan stres, tidak rentan depresi dan mengalami kecemasan, kemudian anak lebih mampu mengutarakan perasaannya. Anak perempuan yang dekat dengan ayahnya menjadikan ayahnya cinta pertama sehingga anak sulit tergoda dengan pergaulan bebas ketika nanti ia dewasa, karena ia sudah mendapatkan semua cinta dan kasih sayang dari ayahnya.

Sedangkan pentingnya pengasuhan ayah untuk anak laki-lakinya, Kedekatan ayah dengan anak laki-laki sangat penting, untuk memperlancar proses komunikasi. Dengan seperti itu anak tidak akan enggan untuk bertanya dan bercerita.pada kondosi seperti inilah ayah bisa menguatkan hati ank lelakinya. ayah juga mengajarkan keberanian kepada anak-anaknya jika dianggap tidak adil oleh teman-temanya.