Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelian suatu barang atau jasa. Mungkin keterangan penulis disini sedikit membingungkan pembaca, perilaku seperti apa yang dimaksud penulis dalam perilaku konsumen. Insyaallah nanti penulis akan membahas secara menyeluruh mengenai perilaku konsumen. Mulai dari definisi, jenis, proses, hingga faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Sebenarnya cakupan perilaku konsumen ini sangat luas, mungkin disini penulis dan pembaca tampa disadari sebenarnya sedang menjalankan sebuah perilaku konsumen. Dan hal-hal seperti ini seringkali terjadi ketika sedang melakukan proses pembelian sebuah produk dan jasa.
Dasar dari perilaku konsumen itu sebuah hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Penulis memberikan contoh; ketika pembaca memutuskan untuk membeli/ memanfaatkan suatu produk/ jasa, pembaca sebagai konsumen tentunya akan memikirkan terlebih dahulu barang/ jasa yang akan dibeli. Pembaca sebagai konsumen tentunya memulai memikirka harga, kualitas, fungsi atau kegunaan barang/ jasa tersebut. Kegiatan memikirkan, mempertimbangkan, dan mecari informasi produk/ jasa sebelum membelinya termasuk ke dalam perilaku konsumen.

Perilaku konsumen

Definisi Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen adalah proses pengambilan keputusan oleh konsumen dalam memilih, membeli, memakai serta memanfaatkan produk, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen.
Dalam Wikipedia Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Dalam The American Marketing Association: Perilaku konsumen adalah proses membagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan dimana seseorang melakukan pertukaran aspek kehidupannya.

Definisi Perilaku Konsumen menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi tentang perilaku konsumen menurut para ahli :
Menurut John C. Mowen dan Michael Minor: Perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan United States, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide-ide.
Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel: Perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard: Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Menurut Schiffman dan Kanuk: Perilaku konsumen adalah suatu proses yang dilalui oleh seorang pembeli dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta bertindak pada konsumsi produk dan jasa, maupun ide yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seseorang tersebut.

Jenis-jenis Perilaku Konsumen

Jenis-jenis perilaku konsumen sebenarnya sangat beragam sekali. Penulis ambil contoh ketika penulis mengajak pembaca untuk membaca isi blog ini, mungkin perilaku pembaca ada yang mengamati tampilan blognya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membaca, ada yang langsung membaca dan mungkin ada yang berfikir apa manfaat bagi pembaca membaca ini semua itu adalah contoh-contoh keanekaragaman perilaku konsumen.
Dari keanekaragaman perilaku konsumen tersebut pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok: pertama kelompok perilaku konsumen yang bersifat rasional dan kedua kolompok perilaku konsumen irrasional.
  1. Kelompok perilaku konsumen yang rasional adalah tindakan perilaku konsumen dalam pembelian suatu barang dan jasa yang mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum, seperti tingkat kebutuhan yang mendesak, kebutuhan primer, serta daya guna produk itu sendiri terhadap konsumen pembelinya.
  2. Sedangkan kelompok perilaku konsumen yang bersifat irrasional adalah perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming-iming diskon atau marketing dari suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuhan atau kepentingan.
Untuk lebih memperjelas perbedaan antara kelompok perilaku konsumen rasional dan irrasional, penulis paparkan beberapa ciri-ciri perilaku konsumen yang bersifat rasional dan perilaku konsumen yang bersifat irrasional.

Ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:

  1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan;
  2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
  3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin;
  4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen.

Ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:

  1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik;
  2. Konsumen memilih barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas;
  3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen

Seperti yang telah penulis jelaskan sebelum-sebelumnya bahwa Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan oleh konsumen dalam memilih, membeli, memakai serta memanfaatkan produk, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen. Ada berbagai proses yang terlibat dalam perilaku konsumen tersebut baik itu konsumen rasional maupun irrasional. Selanjutnya yang demikian itu, karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembelian konsumen, diantaranya adalah faktor sosial, budaya, pribadi dan psikologis.
  • Faktor Sosial
Faktor sosial mampu mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Contoh dari faktor sosial yang mampu mempengaruhi perilaku konsumen adalah: keluarga, peran dan status.
Keluarga: perilaku pembeli sangat dipengaruhi oleh anggota keluarga. Jadi vendor berusaha mencari peran dan pengaruh suami, istri dan anak-anak. Jika keputusan untuk membeli produk tertentu dipengaruhi oleh istri maka penjual akan mencoba untuk menargetkan wanita dalam iklan mereka. Di sini kita harus mencatat bahwa pembelian peran berubah dengan mengubah gaya hidup konsumen.

Peran dan Status: Setiap orang memiliki peran dan status yang berbeda dalam masyarakat dalam hal kelompok, klub, keluarga, atau organisasi di mana ia berasal. Misalnya, seorang wanita yang bekerja di suatu organisasi sebagai manajer keuangan. Sekarang dia memainkan dua peran, salah satu kepala keuangan di kantornya dan ibu di keluarganya. Oleh karena itu, keputusan pembelian akan dipengaruhi oleh peran dan status mereka.
  • Faktor Budaya
Perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor budaya, seperti budaya pembeli, subkultur, dan kelas sosial.
Budaya: Pada dasarnya, budaya adalah bagian dari setiap perusahaan dan merupakan penyebab utama dari setiap orang memutuskan suatu pembelian barang. Pengaruh budaya pada perilaku pembelian bervariasi dari satu negara ke negara, oleh karena itu penjual harus sangat berhati-hati dalam analisis budaya dari berbagai kelompok, daerah atau bahkan negara.

Subkultur: Setiap budaya memiliki subbudaya yang berbeda, seperti agama, kebangsaan, wilayah geografis, ras, dll. Kelompok pemasaran dapat menggunakan kelompok-kelompok ini, menyegmentasikan pasar dalam beberapa porsi kecil. Misalnya, pemasar dapat merancang produk sesuai dengan kebutuhan kelompok geografis tertentu.

Kelas sosial: Setiap masyarakat memiliki semacam kelas sosial penting untuk pemasaran karena perilaku pembelian orang dalam kelas sosial tertentu adalah serupa. Dengan demikian kegiatan pemasaran dapat diadaptasikan ke kelas sosial yang berbeda. Di sini kita harus mencatat bahwa kelas sosial tidak hanya ditentukan oleh pendapatan, tetapi ada beberapa faktor lain seperti kekayaan, pendidikan, pekerjaan, dll.
  • Faktor Pribadi
Faktor pribadi juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Beberapa faktor penting yang memengaruhi perilaku pembelian pribadi adalah: gaya hidup, status ekonomi, pekerjaan, usia, kepribadian, dan harga diri.
Gaya Hidup: Gaya hidup konsumen adalah faktor lain yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Hal ini mengacu pada cara seseorang hidup dalam masyarakat dan mengekspresikan hal-hal di lingkungan mereka. Ini ditentukan oleh minat, opini, dan kegiatan membentuk seluruh pola bertindak dan berinteraksi pada dunia sekitar.

Situasi Ekonomi: situasi ekonomi konsumen memiliki pengaruh besar pada perilaku pembelian mereka. Jika penghasilan dan tabungan pelanggan tinggi, maka akan membeli produk yang lebih mahal. Sebaliknya, orang berpenghasilan rendah  pasti akan rajin menabung dan pilihan mereka pasti produk yang harganya lebih murah.

Pekerjaan: Pekerjaan seseorang memiliki dampak signifikan pada perilaku pembelian mereka. Sebagai contoh, seorang manajer pemasaran dari sebuah organisasi sedang mencoba untuk membeli setelan bisnis yang eksklusif, sementara pekerja tingkat rendah dalam organisasi yang sama membeli pakaian dengan pertimbangan utamanya adalah keawetannya.

Usia: Umur dan siklus hidup memiliki dampak potensial pada perilaku pembelian konsumen. Jelas bahwa konsumen mengubah pembelian barang dan jasa dari waktu ke waktu. Siklus hidup keluarga terdiri dari tahap yang berbeda sebagai lajang muda, pasangan yang sudah menikah, pasangan yang belum menikah, dll. Yang membantu pemasar untuk mengembangkan produk yang sesuai untuk setiap tahap.

Kepribadian: Kepribadian berbeda pada setiap orang, dari waktu ke waktu dan tempat ke tempat. Oleh karena itu, hal ini sangat mempengaruhi perilaku pembelian pelanggan. Kenyataannya, kepribadian bukanlah yang dimiliki seseorang, tetapi merupakan totalitas perilaku seorang dalam situasi yang berbeda. Memiliki karakteristik yang berbeda, seperti dominasi, agresi, keyakinan dan lain lainl yang mungkin berguna untuk menentukan perilaku konsumen terhadap produk atau layanan. Berapa banyak lelaki memaki iphone warna pink?
  • Faktor Psikologis
Ada empat faktor psikologis utama yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Ini adalah: persepsi, motivasi, pembelajaran, keyakinan dan sikap.
Motivasi: Tingkat motivasi juga mempengaruhi perilaku pembelian pelanggan. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan biologis, kebutuhan sosial, dll. Sifat persyaratannya adalah beberapa lebih mendesak, sementara yang lain kurang mendesak. Oleh karena itu, kebutuhan menjadi motif ketika yang paling mendesak untuk memimpin individu untuk mencari kepuasan.

Persepsi: Memilih, mengatur, dan menafsirkan informasi dengan cara menghasilkan pengalaman yang berarti di dunia disebut persepsi. Ada tiga proses persepsi yang berbeda yang merupakan perhatian selektif, distorsi selektif, dan retensi selektif. Dalam hal perhatian selektif, penjual mencoba menarik perhatian pelanggan. Sedangkan dalam kasus distorsi selektif, pelanggan mencoba untuk menafsirkan informasi dengan cara yang mendukung apa yang pelanggan sudah percaya. Demikian pula, dalam kasus retensi selektif, pemasar mencoba mempertahankan informasi yang mendukung keyakinan mereka.

Keyakinan dan Sikap: Klien memiliki keyakinan dan sikap khusus terhadap produk yang berbeda. Karena keyakinan dan sikap semacam itu membentuk citra merek dan memengaruhi perilaku pembelian konsumen sehingga pedagang tertarik pada mereka. seller dapat mengubah keyakinan dan sikap pelanggan dengan kampanye khusus dalam hal ini.

Karakteristik Perilaku Konsumen

Sebelum membuka bisnis, pemilik bisnis yang cerdas akan mempelajari pelanggan idealnya untuk menentukan perilaku konsumennya. Iklan, dan bisnis itu sendiri tidak akan ada gunanya kecuali mengetahui karakteristik calon konsumennya.bBerikut adalah 10 karakteristik perilaku konsumen yang bisa pembaca pelajari untuk pengembangan bisnis:
  1. Psikologi Memainkan Peran Utama: Konsumen memilih produk dan merek berdasarkan pada bagaimana mereka berpikir, merasakan dan bernalar. Menganalisis apa yang mendorong emosi dan tanggapan konsumen melalui riset dapat membantu perusahaan menempatkan produk atau layanan mereka untuklebih sering dipilih.
  2. Pengaruh lingkungan: Seperti pada penjelasan faktor perilaku konsumen diatas, Konsumen membeli berdasarkan apa yang mereka lihat dan dengar. Faktor-faktor seperti budaya, keluarga, iklan dan pesan media membentuk keputusan. Misalnya, remaja ingin membeli pakaian seperti yang dipakai teman-teman mereka. Atau, jika konsumen tumbuh menggunakan sabun atau deterjen khusus yang disukai keluarga mereka, mereka mungkin lebih cenderung membeli merek yang sama saat kelak mereka dewasa.
  3. Perilaku Individu dan Kelompok: Perilaku konsumen dapat dipelajari dalam hal individu atau kelompok. Bisnis dapat mengidentifikasi konsumen yang mirip dalam demografi seperti usia, jenis kelamin, ras, atau penghasilan. Kemudian mereka dapat mengidentifikasi motivator umum di antara kelompok-kelompok tersebut, seperti individu yang menginginkan harga terendah atau konsumen yang bersedia membayar lebih untuk kemewahan.
  4. Kualitas Barang dan Jasa: Konsumen tidak hanya membeli barang. Mereka juga membeli layanan, gaya hidup atau image. Apakah itu produk nyata seperti pembersih rumah tangga sesuai iklan yang dimuat di televisi. Terkadang konsumen mendasarkan keputusan mereka pada nilai dan variabel yang sama.
  5. Perilaku Konsumen Memengaruhi Masyarakat: Konsumen menjadi apa yang mereka beli. Jika, misalnya, konsumen membeli makanan yang lebih sehat maka kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat. Atau, sebaliknya, jika orang mengkonsumsi lebih banyak alkohol, tembakau atau makanan sampah, maka biaya perawatan kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat karena masalah seperti obesitas, kanker atau penyakit jantung.
  6. Personalisasi Lebih Disukai: Produk dan layanan yang dipersonalisasi telah menjadi populer karena konsumen ingin dilayani secara khusus. Ada perusahaan yang telah menciptakan earphone yang disesuaikan untuk pelanggan mereka sehingga mereka mendapatkan yang terbaik untuk telinga mereka, dan produk ini berhasil dipasaran.
  7. Menginginkan Kenyamanan: Konsumen mendambakan kenyamanan karena teknologi telah membuat segalanya lebih mudah. Di era sekarang konsumen dapat membeli mobil, memesan perjalanan  liburan atau berkomunikasi dengan teman secara online. Bisnis dapat memperoleh manfaat dengan memanfaatkan hal ini untuk efisiensi lebih.
  8. Budaya Perusahaan: Salah satu karakteristik perilaku konsumen yang paling penting adalah bahwa mereka sering peduli tentang siapa yang menjual produk yang mereka beli. Konsumen menyukai merek-merek keren. Bisnis yang menawarkan alasan kuat untuk membeli dari mereka, seperti teknologi mutakhir, mode terkemuka atau kesadaran sosial. Ini dapat menciptakan kebiasaan pembelian berulang, loyalitas merek yang akan mendorong tindakan konsumen.
  9. Pengetahuan adalah kekuatan: Langkah pertama dalam membuat rencana pemasaran adalah mempelajari perilaku konsumen. Mengetahui karakteristik perilaku konsumen dapat membantu perusahaan menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif. Sebagai contoh, bisnis dengan produk pertama yang sedikit jenisnya akan lebih baik dengan menargetkan pengguna awal yang membanggakan diri memiliki barang terbaru dan terbesar.
  10. Membuat Tanpa Menjual: Perusahaan juga dapat memengaruhi konsumen untuk mengambil tindakan selain membeli, seperti mungkin menyumbang ke badan amal atau mendukung prakarsa kesehatan masyarakat, dengan mengetahui bahwa konsumen lebih peduli daripada berbelanja. Konsumen lebih cenderung mendukung bisnis jika mereka percaya bahwa bisnis itu berbagi keprihatinan dari apa yang konsumen rasakan.
Nurul Huda
Nurul Huda Pendapatku yang benar tapi bisa jadi salah dan pendapat selainku itu salah tapi bisa jadi benar | Orang bodoh yang masih butuh bimbingan dalam menulis dan mengarang isi konten jendelaku

Tidak ada komentar untuk "Perilaku Konsumen"

Berlangganan via Email