Analisis SWOT

Pengertian Analisis SWOT

Analisa SWOT adalah suatu metoda penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa domestik maupun multinasional.

analisis SWOT

SWOT itu sendiri merupakan singkatan dari Strength (S), Weakness (W), Opportunities (O), dan Threats (T) yang artinya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau kendala, dimana yang secara sistematis dapat membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor luar (O dan T) dan faktor didalam perusahaan (S dan W). Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha penyusunan suatu rencana matang untuk mencapai tujuan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. 
Aktivitas SWOT dapat diperkuat dengan menjamin analisa tersebut berfokus pada kebutuhan pelanggan dan konteks kompetitif tempat beroperasi. Ini adalah dua variable kunci dalam membangun atau mengembangkan strategi jangka panjang institusi. Strategi ini harus dikembangkan dengan berbagai metode yang dapat memungkinkan institusi mampu mempertahankan diri dalam menghadapi kompetisi serta mampu memaksimalkan daya tariknya bagi para pelanggan.
Jika pengujian tersebut dipadukan dengan pengaduan visi dan nilai, maka akan ditemukan sebuah identitas yang berbeda dari para pesaingnya. Begitu sebuah identitas disitingtif mampu dikembangkan dalam sebuah perusahaan, maka karakteristik mutu dalam perusahaan tersebut akan menjadi lebih mudah diidentifikasi. Kemudian perlu adanya suatu strategi yang dapat meningkatkan kualitas, penjualan, ataupun tingkat kepercayaan masyarakat.
Strategi pada hakekatnya adalah perencanakan (planning) dan manejemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Tidak ada strategi yang terbaik bagi suatu perusahaan sebab setiap perusahaan harus menyusun strategi menurut kompetensi inti yang dipunyai untuk mencapai tujuan. Bahkan dalam suatu perusahaan, strategi yang berbeda dibutuhkan untuk perusahaan yang dimiliki agar unggul dalam persaingan. 
Menurut Kotler dan Amstrong (1996) ada tiga strategi bersaing untuk menang adalah:
  1. Kepemimpinan biaya rendah; Disini perusahaan bekerja keras untuk mencapai biaya produksi terendah untuk sehingga dapat menetapkan harga lebih rendah ketimbang pesaingnya dan berhasil merebut pangsa pasar yang lebih besar dari pesaingnya.
  2. Diferensiasi; Disini perusahaan memusatkan perhatian pada penciptakan line product dan program pemasaran berbeda sehingga akhirnya muncul sebagian pemimpin pasar.
  3. Fokus; perusahaan memusatkan perhatiannya pada usaha melayani beberapa segmen pasar yang baik dan bukan mengejar seluruh pasar.
Perusahaan yang melakukan dengan baik salah satu strategi diatas kemungkinan akan memperoleh kinerja yang baik. Dan strategi yang lain yang dapat dilakukan juga dapat dengan strategi-strategi SWOT :
  • Strategi SO; Strategi ini dibuat berdasarkan lembaga, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
  • Strategi ST; Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
  • Strategi WO; Strategi diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
  • Strategi WT; Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defisit dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Tidak ada satu cara terbaik untuk melakukan analisa SWOT. Yang paling utama adalah membawa berbagai macam pandangan/ perspektif bersama-sama sehingga akan terlihat keterkaitan baru dan implikasi dari hubungan tersebut.
SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategi dalam berbagai terapan. Proses pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan.
Teknik analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu teknik untuk mengenali berbagai kondisi yang menjadi basis bagi perencanaan strategi. Tujuan utama perencanaan strategi adalah untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dan dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada.
Berikut saya lampirkan pengertiannya menurut salah satu pakar SWOT Indonesia, yaitu Fredy Rangkuti. Kurang lebih seperti ini:
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.
Penjelasan analisis SWOT menurut David, Fred R. yaitu:
Berdasarkan analisis makro dan mikro akan di rumuskan variabel peluang dan ancaman. sedangkan dari analisis internal akan dirumuskan variabel kekuatan dan kelemahan. rumusan variabel tersebut sebagai berikut:
  • Kekuatan (Strenghts)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Contoh kasusnya adalah suatu perusahaan tetap eksis dengan banyaknya persaingan perusahaan yang juga berkualitas, namun tetap dapat mengalahkan perusahaan-perusahaan yang baru dan lebih baik. Inilah yang dimiliki suatu perusahaan yang memiliki segmen pasar sendiri, dan telah teruji puluhan tahun lamanya.
Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif  bagi perusahaan di pasar.
  1. pemasaran dan market share perusahaan ini cukup besar
  2. penguasaan teknis dan teknologi menghasilkan produktivitas SDM yang terus meningkat.
  3. kukuhnya SDM perusahaan ini dilandasi oleh:
  • GKM dan PMT dalam penanganan masalah produksi
  • budaya perusahaan yang dapat menyatukan persepsi SDM
  • sertifikasi ISO 9000di seluruh produk
  • Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan.
Keterbatasan tersebut dapat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat merupakan sumber dari kelemahan perusahaan. Contoh kasusnya adalah suatu perusahaan mempunyai beberapa kelemahan yang dimiliki adalah kurangnya SDM yang berkualitas.

Beberapa kelemahan tersebut diantaranya:
  1. struktur permodalan kurang mendukung , rasio modal luar terhadap equity mencapai hampir 80%
  2. program penelitian dan pengembangan usaha belum optimal
  3. lobi dan negosiasi mempunyai keterbatasan
  • Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan-kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasok merupakan gambaran peluang bagi perusahaan. beberapa peluang diantaranya:
  1. masuknya modal dan teknologi asing pada pasca free trade
  2. pemasok dana yang mengarahkan sasaran ke BUMN
  3. pasar jasa konstruksi yang tumbuh cukup besar.
Contoh kasusnya adalah misalkan suatu media masa di Riau,  peluang yang mereka miliki adalah jumlah penduduk Indonesia khusunya Propinssi Riau yang sangat besar dan ini merupakan pasar yang potensial untuk pemasaran media. Dalam kasus Koran Riau, karena ini adalah media  baru maka peluang yang dimiliki adalah kebutuhan masyarakat yang membutuhkan informasi yang kritis dan informasi yang sesuai dengan faktanya. Dan permintaan masyarakat yang tinggi akan produk yang murah namun berkualiatas.       
  • Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.
  1. tingkat bunga BUMN yang masih tetap tinggi sekitar 18%
  2. tidak menguntungkan terutama untuk investasi
  3. kurang pekanya pemerintah terhadap kredit asing
Dalam kasus media, pada dasarnya semua perusahaan baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil memiliki ancaman. ancaman yang paling potensial bagi media pada umumnya adalah apabila system pemerintah yang berubah-ubah, bagaimana jika fungsi media dikembalikan kembali pada masa pada zaman pemerintah yang otoriter. Pembatasan iklan pada media tentu akan sangat berdampak negatif pada perusahaan dan pemasaran media. Selain itu, ancaman lainnya adalah kesadaran masyarakat yang makin tinggi akan munculnya beragam kampanye dan propaganda yang ada pada media tersebut.

Tujuan, Manfaat dan Fungsi Analisis SWOT

Analisis SWOT mengarahkan analisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian pada kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang merupakan hal yang kritis bagi keberhasilan perusahaan.

Tujuan Analisis SWOT

Tujuan analisis SWOT pada perusahaan (Freddy Rangkuti, 1997) adalah untuk membenarkan faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan yang telah dianalisis. Apabila terdapat kesalahan, agar perusahaan itu berjalan dengan baik maka perusahaan itu harus mengolah untuk mempertahankan serta memanfaatkan peluang yang ada secara baik begitu juga pihak perusahaan harus mengetahui kelemahan yang dihadapi agar menjadi kekuatan serta mengatasi ancaman menjadi peluang.

Tujuan lainnya adalah:

  1. meningkatkan pertumbuhan penjualan sebesar 200% (dalam 5 tahun kedepan), dengan memanfaatkan peluang usaha jasa konstruksi.
  2. meningkatkan kemampuan menghasilkan keuntungan melalui pengembangan usaha industri.
  3. meningkatkan pengembangan pasar atau produk baru yang didukung oleh usaha perdagangan.

Manfaat Analisis SWOT

Analisis SWOT (Freddy Rangkuti, 1997) bermanfaat apabila telah secara jelas ditentukan dalam bisnis apa perusahaan beroprasi, dan arah mana perusahaan menuju ke masa depan serta ukuran apa saja yang digunakan untuk menilai keberhasilan manajemen dalam menjalankan misinya dan mewujudkan visinya. Manfaat dari analisis SWOT adalah merupakan strategi bagi para stakeholder untuk menetapkan sarana-sarana saat ini atau kedepan terhadap kualitas internal maupun eksternal.

Fungsi Analisis SWOT

Ketika suatu perusahan mengorbitkan suatu produk tentunya pasti telah mengalami proses penganalisaan terlebih dahulu oleh tim teknis corporate plan. Sebagian dari pekerjaan perencanaan strategi terfokus kepada apakah perusahaan mempunyai sumber daya dan kapabilitas memadai untuk menjalankan misinya dan mewujudkan visinya. Pengenalan akan kekuatan yang dimiliki akan membantu perusahaan untuk tetap menaruh perhatian dan melihat peluang-peluang baru. Sedangkan penilaian yang jujur terhadap kelemahan-kelemahan yang ada akan memberikan bobot realisme pada rencana-rencana yang akan dibuat perusahaan.
Maka, fungsi dari analisis SWOT adalah untuk menganalisa mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan yang dilakukan melalui telah terhadap kondisi internal perusahaan, serta analisa mengenai peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan yang dilakukan melalui telaah terhadap kondisi eksternal perusahaan.

Jenis-Jenis Analisis SWOT

Model Kuantitatif

Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).
Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.

Model Kualitatif

Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, subkomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.
Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.

Permasalahan dan Keterbatasan Analisis SWOT

  1. Rentan terhadap penyalahgunaan dan analisa yang dangkal karena hanya menggunakan satu level analisis,
  2. Menghasilkan daftar yg panjang,
  3. Faktor yg sama dapat ditempatkan dlm dua kategori karena perbedaan cara pandang, 
  4. Tidak ada kewajiban untuk menguji opini dg data data dan analisis.

Cara Membuat Analisis SWOT

Dalam merencanakan kegiatan usaha diperlukan perencanaan usaha yang baik. Perencanaan merupakan suatu proses yang diawali dengan pencarian data, analisis situasi internal dan eksternal yang lebih dikenal dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), hingga penyusunan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu periode tertentu untuk mencapai tujuan dan sasaran, serta bagaimana proses evaluasi akan dilakukan sampai akhir masa perencanaan. Analisis ini menjadi dasar sangat penting bagi pembuatan perencanaan usaha. Dengan mengenal situasi internal dan eksternal, dapat dilakukan pengambilan keputusan yang tepat untuk menjalankan kegiatan usaha. Analisis SWOT merupakan salah satu media yang efektif untuk mengetahui situasi internal dan eksternal perusahaan guna menyusun suatu strategic planning atau perencanaan strategi perusahaan. 
Sebelum melakukan analisis lingkungan dengan analisis SWOT, ada lima hal yang harus diperhatikan yang seringkali menjadi problem dalam mengimplementasikan SWOT di lapangan, yaitu sebagai berikut:
  1. Hati-hati jangan sampai salah dalam menghubungkan faktor internal dan eksternal. 
  2. Jangan terpukau hanya pada faktor kekuatan saja, sedangkan kelemahan yang sangat sensitif malah dilupakan. 
  3. Jangan meremehkan faktor tantangan, betapun kecilnya dia. 
  4. Sebaliknya, juga jangan berlebihan atau terlalu memperhatikan kelemahan. 
  5. Jangan meletakan kereta di dalam kuda, artinya jangn bersikap “kerjakan dulu, strategic planning belakangan”. 
Dalam merumuskan keputusan strategi guna penyusunan perencanaan usaha yang baik dengan menggunakan salah satu metode SWOT diantara berbagai metode yang ada. Kearns menampilkan Matriks dalam delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (peluang dan tantangan), sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (kekuatan dan kelemahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategi yang timbul sebagai hasil titik pertemuan antara faktor-faktor internal dan eksternal.
Comparative Advantage ‘Keunggulan Komparatif’ berarti pertemuan dua elemen kekuatan dan peluang sehingga peluang tersebut tidak boleh dibiarkan hilang begitu saja, namun sebaliknya harus segera diperkuat dengan berbagai perencanaan yang mampu mendukungnya.
Sel A, memberi kemungkinan bagi organisasi untuk berkembang lebih cepat, namun harus senantiasa waspada terhadap perubahan yang tidak menentu dalam lingkungannya. Dengan demikian soal yang harus dijawab adalah “bagaimana memanfaatkan peluang yang ada pada kita untuk meningkatkan posisi kompetitifnya?” 
Sel B, menghadapkan organisasi pada isu strategis Mobilization, yaitu kotak interaksi dan pertemuan antara ancaman dari luar yang diidentifikasikan dengan kekuatan organisasi. Di sini, harus dilakukan mobilisasi sumber daya yang merupakan kekuatan organisasi untuk memperlunak ancaman dari luar tersebut, bahkan jika mungkin akan merubahnya menjadi peluang. 
Sel C, menampilkan isu pilihan strategis Investment atau Divestment yang memberikan pilihan dengan situasi yang kabur. Peluang yang tersedia sangat meyakinkan, namun kemampuan untuk menggarapnya tidak dimiliki. Jika dipaksakan, dapat memakan biaya yang cukup besar sehingga akan merugikan organisasi. Jika memang demikian, lebih baik ditinggalkan dan diserahkan kepada organisasi lain untuk menggarapnya, atau bisa juga organisasi mengambil keputusan tidak berbuat apa-apa. Pertanyaannya adalah, “Haruskah organisasi menanam investasi untuk memperkuat titik lemahnya, sehingga mampu mengubah dan memperbaiki posisi kompetitifnya?” 
Sel D, adalah kotak yang paling lemah dari semua sel karena merupakan kontak atau titik temu dua sisi yang masing-masing lemah. Kerenanya keputusan yang salah akan membawa bencana bagi organisasi. Strategi yang harus diambil adalah Damage Control ‘mengendalikan kerugian’ sehingga tidak menjadi lebih parah dari yang diperkirakan. 
Karena itu, dalam menyusun skala prioritas perencanaan organisasi, model titik temu tersebut harus dimanfaatkan, sejauh mana isu tersebut relevan dengan visi dan misi organisasi, dengan berpedoman pada sikap: semakin dekat isu itu relevansinya dengan visi dan misi organisasi, semakin perlu diberikan skala prioritas untuk diprogramkan.
SWOT Matrix menggambarkan berbagai alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan yang disarakan pda hasil analisis SWOT. Karenanya tidaklah mengherankan jika kemudian ada 4 alternatif strategi yang tersedia yaitu strategi SO, WO, ST dan WT. Data dan informasi yang digunakan oleh masing-masing strategi ini diperoleh dari matrix EFE dan IFE. Oleh karena itu sebelum menghasilkan SWOT Matrix, pembuatan EFE (External Factor Evaluation) dan IFE (Internal Factor Evaluation) tentu saja menjadi hal yang harus didahulukan terlebih dahulu.
Strategi SO dalam SOWT Matrix ini adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan yang dimilikinya/ Strength (S) untuk memanfaatkan berbagai peluang/ Opportunities (O) yang ada. Sedangkan WO strategi adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan seoptimal mungkin meminimalisir kelemahan/ Weakness (W) yang ada untuk memanfaatkan berbagai peluang/ Opportunity (O). Strategi ST adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan/ Strength (S) untuk mengurangi berbagai ancaman/ Threats (T) yang mungkin melingkupi perusahaan. Dan yang terakhir, strategi WT adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi kelemahan/ Weaknesses (W) dalam rangka meminimalisir menghindari ancaman/ Threats (T).
Nurul Huda
Nurul Huda Pendapatku yang benar tapi bisa jadi salah dan pendapat selainku itu salah tapi bisa jadi benar | Orang bodoh yang masih butuh bimbingan dalam menulis dan mengarang isi konten jendelaku

Tidak ada komentar untuk "Analisis SWOT"

Berlangganan via Email